Makanan adalah kebutuhan pokok manusia. tiap keluarga pasti memasak setiap hari. Apa jadinya bila seorang ibu tak masak karena sibuk, sakit atau keluar kota. Tentu, ini jadi masalah. Solusinya ya beli makanan. Menjual produk makanan perlu strategi yang cantik dan manis agar menarik pembeli. Anda bisa belajar contoh strategi pemasaran produk makanan untuk meningkatkan penjualan Anda.

Ada banyak jenis makanan yang bisa Anda jadikan bisnis. Mulai dari kuliner, oleh-oleh kas daerah, jajanan khas daerah dan aneka jenis makanan yang lainnya. Menjalankan strategi penjualan yang tepat akan meningkatkan penjualan makanan Anda.

Mau tahu apa saja contoh strategi pemasaran? Simak penjelasannya dalam artikel ini.

1. Memahami Karakteristik Produk

Contoh strategi pemasaran produk makanan pertama adalah memahami karakteristik produk. Untuk menjalankan pemasaran yang efektif dan efisien. maka Anda perlu mengenali bagaimana karakteristik produk Anda. Mengenal karakteristik sebuah produk akan memudahkan Anda untuk membuat strategi penjualan yang tepat. Setiap produk memiliki target market yang berbeda-beda. Juga memiliki cara promosi untuk mencapai penjualan yang berbeda pula.

Ada produk yang hanya cocok dijual di pasar secara offline. Ada juga produk yang hanya cocok dijual secara online. Keduanya memiliki karakteristik yang berbeda satu sama lain. Tugas pertama Anda adalah memahami bagaimana karakteristik produk Anda. Sehingga membantu Anda menjual dengan mudah, cepat dan dalam jumlah banyak.

Baca juga: Kenali 12 Indikator Kualitas Produk Sebelum Membeli Produk Tertentu

2. Temukan Di Mana Target Market Anda Berkumpul

strategi bisnis makanan

Anda juga perlu menemukan siapa target market Anda. Apakah laki-laki atau perempuan. Berapa usia mereka. Di mana mereka berkumpul.

Menemukan target market yang tepat akan memudahkan Anda melakukan aktivitas marketing, promosi untuk menghasilkan penjualan. Dewa Eka Prayoga mengatakan bahwa target market yang tepat 10x lebih penting dari copywriting yang menarik. Bila Anda menemukan di mana mereka berkumpul, Anda bisa memasukkan mereka dalam database Anda. Caranya mudah. Buatlah grup khusus calon pembeli. Edukasi mereka dengan konten yang bermanfaat. Konten yang relevan dengan produk Anda. Anda sesekali bisa membuat iklan dan promosi.

3. Manfaatkan Media Online

bila Anda sudah memahami siapa target market Anda, bagaimana karakteristik produk Anda, maka Anda bisa memanfaatkan media online untuk melakukan marketing. Buatlah konten yang berkualitas.

Apakah konten yang berkualitas itu? Konten berkualitas adalah konten yang dibuat sesuai dengan karakteristik target market. Sehingga mereka akan membaca konten Anda. Akhirnya, tertarik untuk membeli produk Anda.

Ada banyak channel penjualan yang bisa Anda manfaatkan di media online. Di antaranya adalah:

  1. Membuat website yang profesional
  2. Memanfaatkan sosial media
  3. Memanfaatkan marketplace

4. Membuat Foto Foto yang Berkualitas

Bila produk Anda cocok untuk dijual secara online, maka Anda perlu menyiapkan foto-foto produk yang berkualitas. Foto produk berkualitas akan mampu meningkatkan ketertarikan orang. Saat melihat foto Anda, mereka akan aware  (peduli), tertarik, minat dan penasaran untuk memilih produk Anda. Singkat kata, foto produk yang berkualitas akan mampu meningkatkan penjualan Anda.

5. Menggaet Influencer

Salah satu kekuatan digital adalah influencer. Siapakah influencer itu? Influencer adalah seorang yang aktif membuat konten bermanfaat pada sosial media. Mereka mempunyai ribuan pengikut bahkan jutaan followers dan penggemar yang solid. Tiap hari mereka membuat konten berkualitas untuk meningkatkan hubungan mereka dengan audience.

Sehingga apapun yang mereka share, mereka tawarkan berpeluang mendapatkan sambutan dari audience mereka. Bila mereka menawarkan produk tertentu, maka funs mereka akan tertarik tanpa banyak berpikir panjang. Salah satunya karena mereka memiliki authority yang tinggi. Mereka akan menerima pendapat dari influencer ini tanpa melalui critical thinking.

6. Memanfaatkan Marketplace

kehadiran marketplace merupakan fenomena baru dunia internet marketing. Dulu orang jualan hanya melalui website, blog gratisan dan sosial media. Beberapa tahun belakangan ini, muncul marketplace. Marketpalce menawarkan banyak keuntungan bagi penjual dan pembeli. Dari sisi pembeli, marketplace menawarkan keamanan dan kenyamanan saat belanja.

Dari sisi penjual, marketplace menawarkan kemudahan untuk menjual tanpa perlu membuat website, membuat konten, melakukan edukasi kepada audience (calon pelanggan). Marketplace tempat berkumpulnya penjual dan pembeli. Sehingga orang yang datang ke marketpalce rata-rata salah satu dari keduanya.

Peluang ini bisa Anda manfaatkan untuk membantu meningkatkan penjualan bisnis Anda. Ada banyak jenis marketplace yang eksis membantu banyak UMKM meningkatkan usaha dan bisnis mereka. Nama-nama marketplace yang tak asing lagi adalah:

  1. Tokopedia
  2. Bukalapak
  3. Shopee
  4. Blibi
  5. Matahari mall
  6. Elevenia

belum lagi marketplace lokal yang menawarkan kemudahan penjualan pada daerah tertentu. Anda bisa memanfaatkan marketplace ini untuk meningkatkan penjualan Anda.

7. Membangun Reseller Penjualan

salah satu strategi yang bisa Anda ambil adalah membangun reseller. Tujuan utama membangun reseller adalah untuk membantu meningkatkan penjualan bisnis Anda. Siapakah reseller itu? reseller adalah seseorang yang punya kemampuan marketing dan penjualan. Mereka tidak punya produk tetapi ingin menghasilkan pundi-pundi rupiah dengan cara yang mudah. Salah satunya adalah dengan menjadi reseller.

Di dunia digital ini  seseorang bisa menghasilkan uang hanya dengan menjual produk tanpa memilikinya. Mereka memiliki kemampuan story telling (bercerita), punya bakat bercerita memudahkan seseorang untuk melakukan penjualan secara online. Baik di sosial media ataupun marketplace.  Kata kunci agar sukses merekrut banyak reseller adalah membangun trust (kepercayaan).

Bagaimana orang yang percaya bahwa Anda adalah produsen produk bukan reseller seperti mereka. Pastikan Anda menguasai produk knowledge dengan baik. Sehingga Anda bisa mengedukasi reseller Anda. Kumpulkan mereka dalam satu grup. Baik di Facebook atau Telegram. Ajari mereka bagaimana melakukan penjualan. Bagaimana membuat konten penawaran yang menarik.

Penting lagi, Anda perlu mengajarkan kepada mereka bagaimana teknik closing yang tepat. Mengapa perlu mengajarkan kepada mereka teknik closing? Karena penjualan mereka adalah penjualan Anda. Semakin banyak mereka menjual, semakin banyak pula penjualan Anda. Jadi Anda tak perlu pelit ilmu untuk berbagi pengalaman bagaimana melakukan penjualan pada mereka.

8. Melayani Pesan Antar

Salah satu layanan yang lagi marak saat ini adalah layanan pesan antar atau COD.  Layanan ini muncul karena banyak oknum penjual online yang menjual produk yang tak sesuai dengan deskripsi mereka dalam penjualan. Padahal, pembeli benar-benar ingin membeli produk yang berkualitas.

Ada lagi orang yang melakukan penipuan. Setelah pembeli melakukan transfer untuk beli produk tertentu. Mereka melakukan blacklist terhadap nomor kontak dan akun pembeli ini. Keduanya, contoh tindakan yang sangat jahat. Mereka merusak reputasi penjual online yang sungguh-sungguh melakukan penjualan.

Penjualan dengan sistem COD mampu menekan kecurangan ini. Bukan hanya itu, COD juga menunjukkan keseriusan penjual.

Penutup

Makanan adalah kebutuhan pokok manusia. bila Anda tertarik menjual makanan maka Anda strategi jitu untuk meningkatkan penjualan Anda. Dalam artikel ini penulis telah menyajikan beberapa contoh strategi pemasaran produk makanan. Bila Anda menjalankan strategi ini dengan tepat, maka omset bisnis Anda akan meningkat dengan cepat. Bila strategi yang Anda jalankan berhasil, Anda perlu konsisten agar bisnis makanan Anda semakin ramai pembeli.

Previous Post
Next Post
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *