contoh personal branding mahasiswa . Seberapa penting personal branding bagi seorang mahasiswa? Sangat penting. Banyak orang yang menganggap bahwa mahasiswa adalah orang yang sedang menuntut ilmu di kampus atau perguruan tinggi. Sehingga mereka tak membutuhkan personal branding. Banyak yang menganggap bahwa tugas mereka hanyalah berangkat ke kampus, duduk, mendengarkan materi dosen, berdiskusi, mengerjakan tugas dan belajar dengan rajin.   

Memang, anggapan ini tak ada salahnya. Tetapi tak semuanya benar. Seorang mahasiswa juga membutuhkan personal branding untuk membangun authority mereka. Walaupun mereka saat ini duduk di bangku kampus, belajar jurusan tertentu tetapi suatu saat mereka harus terjun ke masyarakat. Mau tak mau mereka harus mengambil keputusan. Mau jadi apa mereka. Apakah mereka akan jadi dosen dan mengajar kampus atau perguruan tinggi. Apakah mereka akan jadi pengusaha, memulai bisnis dan membangun kerajaan bisnis. Atau mereka menjadi profesional muda yang menjual jasa konsultasi dan pendampingan usaha.  Dalam semua lini, ini mau tak mau seorang mahasiswa membutuhkan personal branding.  

Untuk lebih memperjelas manfaat personal branding bagi mahasiswa, berikut beberapa contoh personal branding mahasiswa yang sukses membangun diri, usaha dan bisnisnya di masa muda. Siapa mereka? Simak penjelasannya dalam artikel ini. 

Hafiza Elfira 

Hafiza Elfira 
 Hafiza Elfira Mahasiswa Teladan

sosok muda, berprestasi, cantik punya jiwa sosial, pandai mencari uang melalui wirausaha dan bisnis. Itulah sosok Hafiza Elfira novitarini.  Ternyata, dia adalah lulusan dari Akademi ilmu keperawatan Universitas Indonesia. 

Bukan hanya itu, dia juga direktur dari Nalacity Foundation.  Nalacity Foundation merupakan organisasi nirlaba yang bergerak di bidang sosial, memberdayakan para mantan penderita kusta. 

Di tengah kesibukannya belajar di kampus ia bersama 4 sahabatnya mendirikan Nalacity Foundation ini.  Banyak dukungan yang mengalir kepadanya. Salah satunya karena kepedulian dan rasa ingin berbagi yang tinggi.  Hafiza memulai membuka usaha pembuatan jilbab, manik-manik dan Bros.

Ia merekrut dan memberdayakan ibu-ibu penderita kusta di daerah Shinta Banten. Ia punya impian untuk membantu meningkatkan kesejahteraan mereka. Awal-awal, Hafiza hanya mampu memproduksi si 50 hingga 70-an produk.

Semakin lama usahanya semakin berkembang dan menghasilkan omset yang lumayan besar.  Sebenarnya  Hafiza tidak  berniat membangun personal branding. Tetapi Apa yang dilakukannya adalah bagian penting dari sebuah upaya membangun personal branding. Yaitu menebar manfaat untuk sesama. 

Baca juga: Apa Itu Personal branding. Definisi, Manfaat dan Cara Membangunnya

Yasa Singgih 

Yasa Singgih 
Yasa Singgih Mens Republics

Contoh personal branding mahasiswa kedua adalah Yasa Singgih. Siapa yang tak kenal dengan Yasa Singgih. Seorang entrepreneur muda yang gigih dalam bekerja dan berkarya.  Yasa Singgih adalah founder dari sebuah brand lokal bernama Men’s Republic.  Mens Republic merupakan fashion pria yang ramai penjualannya. Tetapi karena satu dua  sebab kini Mens Republic Telah tutup. 

Pria bertubuh bongsor kelahiran Bekasi 23 April 1995 ini awal mulanya tak punya cita-cita untuk jadi Seorang pebisnis.  Dia ingin fokus kuliah mencari ilmu. Impiannya adalah menjadi manajer perusahaan besar.  Tetapi apa boleh buat, saat ia duduk di bangku kelas 3 SMP ayahnya jatuh sakit. 

Melihat ayah Ayahnya sakit, dia tergerak untuk keluar dari zona nyaman.  Mulailah dia berjalan ke sana kemari untuk mencari pekerjaan.  Semua jenis pekerjaan dilakoninya dengan sabar. Mulai dari menjadi MC hingga kerja serabutan. 

Saat usianya 15 tahun, dia memberanikan diri untuk membuka usaha.  Usaha yang mengantarkannya menjadi pengusaha sukses saat itu.  Tanpa sadar kegigihan dan keuletan Yasa Singgih menjadikannya orang yang sukses dan tenar. Tanpa terasa dia telah membangun kesadaran branding sejak dini. 

Caline Darjanto 

Awalnya Caline Darjanto seorang pemuda yang tekun belajar dan kuliah.  Tetapi di tengah perjalanan dia melihat momentum dan kesempatan yang sangat menarik. Ia tak ingin kehilangan momentum berharga ini. Ide dan gagasan segera dia eksekusi.

Apa momentum dan gagasan Cemerlang itu? Menjual kaos bergambar Barack Obama.  Iya benar sekali, itu adalah momentum luar biasa. Saat Obama naik jadi presiden Amerika. Dunia gagap gempita dengan perubahan Amerika. Lebih-lebih di Amerika sendiri.

Dia melihat ada peluang besar penjualan kaos bergambar Barack Obama. Benar saja kaos produksinya terjual ribuan pcs dalam waktu singkat.  Kemampuan memanfaatkan momentum menjadikannya orang terkenal dan kaya raya. Tanpa sadar apa yang dilakukannya adalah sebuah upaya membangun personal branding. 

Hamzah Izzulhaq 

Hamzah Izzulhaq 
Hamzah Izzulhaq Owner Hamasa Corp.

mungkin nama ini belum populer di telinga Anda. Ya, Hamzah Izzulhaq  adalah sosok pengusaha muda saat ia duduk di kelas 2 SMA dia telah memulai usaha franchise bimbingan belajar.  Dia meyakini kata sukses usaha adalah keberanian.  Ia berani walaupun tak punya modal. Dia meyakini bahwa apa yang dilakukannya benar dan akan menang.  Ia membuka usaha cvh sama Indonesia. 

 Iqbal Azhari 

mahasiswa yang satu ini memiliki hobi memulai usaha. Dia telah membuka usaha dan menjadi Sop Kampung properti Group.  Walaupun usianya masih muda, ia memulai usahanya dengan modal 0 rupiah.  Usaha yang dia rintis dan dia bangun adalah usaha properti.  Ketekunan, keuletan mengantarkannya jadi orang sukses. 

Yukka Harlanda 

Saat duduk di bangku kuliah Yukka Harlanda sudah memiliki minat membuka usaha.  Saat itu, dia sering mengalami kesulitan menemukan sepatu yang pas untuk kakinya. Dia merasa ini adalah sebuah peluang. 

Ternyata banyak orang yang memiliki kaki dengan ukuran besar seperti dirinya. Sehingga mereka membutuhkan sepatu dengan ukuran yang jauh lebih besar. Pada umumnya sepatu memiliki ukuran standar. Maka ia menawarkan sepatu dengan ukuran super jumbo. Dan ternyata, peminatnya luar biasa besar. 

Kadek Widiadnyana Putra 

Sekilas. nama ini sangat identik dengan Bali. Seorang mahasiswa di Badung. Dia memulai usaha budidaya burung parkit Australia. Awalnya dia menjadikan usaha ini sebagai usaha sampingan. Usaha ini dia mulai dengan modal membuka tabungan 4 juta. Uang ini dia gunakan untuk membeli sepasang burung parkit Australia sebagai indukan.  

Berawal dari sepasang burung ini, dia berhasil membesarkan puluhan hingga ratusan burung parkit. Dari usaha ini dia mengantongi puluhan juta.  

Baca juga: 4 Contoh Personal Branding yang Bisa Anda Pelajari

Penutup 

Seorang mahasiswa tak cukup hanya belajar, diskusi dan mengerjakan tugas dosen. Dia juga perlu membangun diri, cakap berorganisasi dan memiliki skill (keterampilan) memimpin. Sehingga mereka membutuhkan citra diri untuk menebar banyak manfaat sebanyak-banyaknya.

Dalam artikel ini penulis telah menyajikan contoh personal branding mahasiswa yang menginspirasi dan memotivasi mahasiswa lain dan generasi muda. Kehadiran seorang mahasiswa sangat penting bagi masyarakat.

Mereka bukan hanya perlu belajar agar pintar dan pandai. Lebih dari itu, mereka juga harus jadi agen perubahan (agent of change). Mereka perlu jadi inspirasi dan mewarnai masyarakat dengan karakter, nilai dan keteladan.  

Seorang mahasiswa datang ke kampus bukan hanya untuk belajar agar memperoleh nilai bagus, mencari pekerjaan yang layak yang bergaji tinggi. Bukan hanya itu tujuan kuliah ke kampus.

Mereka perlu menggali potensi diri agar bisa jadi pemimpin. Suatu saat mereka akan jadi pemimpin masyarakat. Maka mereka perlu banyak belajar tentang leadership, kebijaksanaan dan keadilan.  

Previous Post
Next Post
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *