Kehadiran seorang leader atau pemimpin sangat penting dan vital dalam sebuah organisasi. Agar organisasi berjalan lancar, maju dan berkembang, maka perlu dipegang orang yang tepat. Seorang pemimpin perlu memiliki karakter ciri khas yang melekat pada dirinya. Ada banyak Gaya kepemimpinan dalam organisasi yang ada di sekitar kita. Gaya kepemimpinan ini ada yang terbentuk alami sejak mereka masih kecil, ada juga yang terbentuk oleh lingkungannya.

Seorang pemimpin mewarnai perjalanan organisasi dan mengarahkannya lebih baik dari sebelumnya. Dalam perjalanannya ada leader yang kaku dengan gaya kepemimpinannya, ada juga yang mampu menyesuaikan diri dengan lingkungan mereka berada. Sehingga akan menghasilkan harmoni dalam organisasi.

Apa saja macam macam gaya kepemimpinan dalam organisasi? Simak ulasannya dalam artikel berikut ini.

Gaya Kepemimpinan Birokrasi

Ada banyak tipe kepemimpinan dalam organisasi. Salah satunya adalah gaya kepemimpinan birokrasi. Gaya kepemimpinan birokrasi ini biasanya berlaku pada sebuah perusahaan. Dalam gaya kepemimpinan ini seorang karyawan biasanya mengikuti alur, prosedur yang berlaku pada perusahaan. Mereka bertanggung jawab pada pimpinan. Pimpinan bertanggung jawab pada manajer dan seterusnya. Puncaknya, manajer bertanggung jawab pada investor. Setiap karyawan memiliki job dan tugas masing-masing sesuai dengan deskripsinya. Maka, mereka harus melakukan dan menjalankan sistem ini. Mereka tak bisa banyak melakukan inovasi untuk berkembang.

Gaya Kepemimpinan Otokratis

Salah satu cara kepemimpinan dalam organisasi adalah kepemimpinan otokratis. Dalam gaya kepemimpinan otokratis ini seorang pemimpin mendominasi banyak hal dalam pengambilan keputusan, prosedur, peraturan dan kebijakannya. Karyawan dan bawahan tak punya banyak kesempatan untuk mengajukan usulan, pendapat, ide dan gagasan dalam rangka untuk memajukan perusahaan. Pemimpin membatasi mereka untuk menuangkan ide dan kreativitasnya.  Dalam sistem kepemimpinan otokratis ini, komunikasi berjalan satu arah yaitu dari atasan (pimpinan) ke bawah (anggota). Gaya kepemimpinan otokratis ini banyak berlaku pada sebuah institusi kepolisian akademik dan militer.

Dalam gaya kepemimpinan ini, nyaris tak butuh banyak ide dan gagasan dari bawahan. Mereka hanya cukup bilang yes. Semua beres pak. Para karyawan akan tumpul kreativitasnya. Sehingga kualitas produk stagnan. Jadinya, ya begitu. Bisnis terancam stagnan dan tak bisa improvisasi.

Baca juga: Kemampuan Leadership Adalah. Pengertian Dan Cara memaanfaatnya

Tipe Kepemimpinan Otoriter

Orang-orang sering mengistilahkan pemimpin otoriter sebagai pemimpin bertangan besi. Tentu, pandangan ini bukan sesuatu yang berlebihan. Dalam praktiknya, saat menjalankan kepemimpinannya mereka sering memaksakan kehendak. Apa yang mereka inginkan harus terpenuhi. Mereka selalu ingin memastikan bahwa pekerjaan selesai tepat waktu dengan efektif dan efisien tanpa banyak alasan. Dalam sebuah perusahaan atau organisasi, mereka biasanya menggunakan matriks time, balance dalam rangka untuk meningkatkan produktivitas kerja karyawan. Sehingga karyawan akan bekerja secara maksimal, disiplin dan tepat waktu.

Tipe Kepemimpinan Militeristik

Seorang pemimpin yang menerapkan prinsip ini selalu bersikap disiplin. Mereka memiliki ekspektasi yang tinggi terhadap semua tim dan karyawannya. Mereka berharap bahwa semua orang bisa bekerja secara maksimal sesuai dengan keinginannya. Dalam praktinya, mereka selalu membuat goal dan perencanaan yang tepat. Mereka mengajak karyawan untuk datang ke kantor tepat waktu dan menyelesaikan pekerjaan sesuai dengan deadline yang telah ditetapkan.

Tak banyak karyawan yang bertahan dengan sistem manajemen seperti ini. Mereka yang kurang mampu bekerja secara maksimal sering mendapat teguran karena sering datang terlambat, kurang disiplin dan kurang maksimal dalam bekerja.

Pemimpin Paternalistik

Pemimpin paternalistik biasanya memperlakukan  tim dan karyawan layaknya karyawan baru. Tipe kepemimpinan dalam organisasi jenis paternalistik ini kurang percaya dengan kinerja tim dan karyawannya. Dalam praktiknya, mereka selalu ingin turun untuk mengawasi, mengajarkan dan membantu mereka. Mereka selalu melakukan kontrol yang ketat terhadap kinerja tim dan karyawannya. Pemimpin jenis ini memiliki nilai perfeksionis yang sangat tinggi. Sehingga karyawannya tak mampu menyesuaikan diri dengan keinginan mereka yang terlalu tinggi.

Gaya Demokratis

Seorang pemimpin yang memiliki gaya kepemimpinan demokratis selalu berusaha mencari kolaborasi untuk menguatkan kepemimpinannya. Mereka sadar bahwa mereka tak mampu menjalankan organisasi sendirian. Maka, mereka mencari partner terbaik untuk bekerja sesuai dengan bidangnya masing-masing.  Pemimpin dengan gaya ini selalu berusaha menggali ide, gagasan orang lain. Mereka tak pernah mengandalkan diri sendiri. Sehingga dalam kepemimpinan ini pengambilan keputusan ada di tangan anggota dan karyawan.

Gaya Kepemimpinan Transformasional

Seorang pemimpin yang memiliki gaya kepemimpinan transformasional selalu berusaha mendorong terjadinya perubahan dalam organisasi. Mereka sadar bahwa organisasi tak akan maju bila mereka bekerja sendirian. Mereka menyadari bahwa mereka akan maju bila bekerja bersama-sama. Maka, mereka datang ke perusahaan untuk membangun kolaborasi, meningkatkan mutu, budaya, memaksimalkan keuntungan dan membalikkan keadaan menjadi lebih baik lagi. Mereka hadir untuk mengajak segenap tim dan karyawan agar bekerja bersama-sama mencapai tujuan perusahaan.

Gaya Transaksional

Salah satu cara kepemimpinan dalam organisasi adalah gaya traksaksional. Seorang pemimpin yang memiliki gaya transaksional fokus pada usaha agar berkembang, maju dalam jangka pendek. Mereka ingin melihat kinerja dan hasil kerjanya tampak nyata dalam waktu singkat. Sehingga apa yang mereka lakukan adalah bagaimana agar perusahaan/organisasi mencapai goal jangka pendek. Sehingga akan banyak orang yang tahu kualitas hasil kerjanya.

Pemimpin jenis ini selalu memperhitungkan langkah dan strategi yang mereka ambil. Ujung-ujungnya, keuntungan apa yang bisa mereka peroleh bila menerapkan strategi tertentu.

Gaya Partisipatif

Seorang pemimpin yang memiliki gaya partisipatif ini selalu berpikiran terbuka, bebas dan membuka diri dari pendapat dan gagasan orang lain. Walaupun begitu, mereka tetap memiliki kendali dalam pengambilan keputusan organisasi. Mereka sadar bahwa perusahaan/organisasi akan maju bila semua tim dan anggotanya berpikiran terbuka, maju dan berkembang. Mereka selalu berusaha untuk mendapatkan masukan, ide, gagasan dari tim dan anggotanya. Sehingga setiap orang yang ada dalam organisasi itu akan memiliki tujuan, strategi untuk berkembang dan maju.

Gaya Arsitek

Seorang pemimpin yang memiliki gaya arsitek ini selalu berusaha untuk merencanakan dan merancang organisasi secara detail. Mereka membuat perencanaan secara detail dan mantap. Sebuah skill (keterampilan) yang tak mampu dilakukan oleh orang lain. Layaknya seorang arsitek, mereka membuat desain dan planning (perencanaan) yang matang sehingga hasilnya bagus dan berkualitas.

Gaya Visioner

Seorang pemimpin yang memiliki gaya visioner ini memiliki impian, cita-cita jangka panjang untuk organisasinya. Mereka merancang kesuksesan mulai dari visi misi yang jelas dan konkrit. Dalam tahap selanjutnya, mereka berusaha untuk meyakinkan semua anggota bahwa mereka akan maju dan berkembang hingga benar-benar berhasil. Seorang pemimpin yang memiliki gaya visioner ini biasanya mampu bekerja secara maksimal bersama tim dan anggotanya. Mereka mampu membimbing mereka menuju visi, misi organisasi hingga benar-benar berhasil dan meraih kesuksesan.

Baca juga: 9 Sifat Pemimpin yang Baik yang Bisa Kamu Teladani

Penutup

Ada banyak gaya kepemimpinan dalam organisasi yang ada di sekitar kita. Masing-masing gaya kepemimpinan punya kelebihan dan kekurangan masing-masing. Gaya kepemimpinan yang bagus diterapkan pada sebuah organisasi belum tentu bagus bila diterapkan pada organisasi yang lain. Jadi, gaya kepemimpinan ini sesuai dengan organisasi, lokasi dan karakteristik masyarakatnya.

Previous Post
Next Post
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *