Bila Anda ingin memulai sebuah bisnis, maka mau tak mau Anda harus belajar bagaimana cara kerja marketing. Mengapa perlu belajar marketing? Karena marketing adalah nafas bagi sebuah bisnis. Tanpa marketing, maka tak ada orang yang mengenal brand dan produk Anda. Ujung-ujungnya bisnis Anda ta bisa menghasilkan penjualan. Anda tak bisa membiayai operasional usaha.

Sebaliknya, bila Anda paham marketing, maka Anda akan melakukan proses marketing yang tertarget, fokus, efektif dan efisien sehingga mampu menarik minat orang untuk mencoba dan membeli produk Anda dengan suka rela. Bila mereka merasa puas dan mendapatkan manfaat dari produk Anda, mereka akan datang untuk membeli lagi.

Lebih dalam lagi, mereka akan mempromosikan bisnis Anda tanpa dia sadari secara suka rela karena merasa puas.

Mau tahu bagaimana cara kerja merketing dalam bisnis? Simak pembahasan lengkapnya dalam artikel ini.

Memahami Kebutuhan Konsumen

Cara kerja marketing yang pertama adalah berusaha memahami kebutuhan konsumen.  Agar bisa memahami konsumen dengan baik, maka marketer perlu memahami istilah-istilah dalam dunia marketing.  Misalnya saja, ada istilah segmenting, targeting dan positioning.

Tools atau perangkat  marketing ini akan membantu seorang marketer untuk melakukan pendekatan terhadap calon konsumen dan konsumen. Sehingga mereka bisa memahami apa kebutuhan konsumen dengan tepat. Dalam tahapan ini yang paling penting adalah melakukan riset pasar. Dalam riset pasar ini marketer menentukan:

  1. Siapa target marketnya
  2. Di mana mereka tinggal
  3. Apa pekerjaan mereka
  4. Berapa besar penghasilan mereka
  5. Apa minat, hobi dan kesukaan mereka
  6. Bagaimana lifestyle dan gaya hidup mereka

Dengan memahami target market ini dengan baik, maka seorang marketer akan mudah membuat konten pemasaran yang sesuai dengan target marketnya. Dalam sebuah bisnis, marketing adalah ujung tombak pemasaran. Melalui marketinglah produk perusahaan bisa dikenal oleh calon konsumen dan akhirnya mereka mau membelinya.

Pada divisi marketing melakukan riset pasar adalah sesuatu yang sangat penting dan vital. Dalam proses ini juga perlu menemukan siapa kompetitor bisnis Anda. Ibarat berperang, Anda tahu siapa musuh Anda. Sehingga Anda bisa menyiapkan strategi yang tepat untuk mengalahkan mereka. Saat Anda memahami siapa kompetitor Anda, maka Anda tak tahu apa kelemahan mereka.

Baca juga: Staff Marketing Adalah, Tugas, Tanggung Jawab Dan Syaratnya

Memahami Produk Knowledge Dengan Baik

Agar Anda mampu menjual produk secara tepat pada konsumen yang tepat, maka tim marketing Anda perlu memahami produk knowledge (pemahaman produk) yang tepat. Tanpa pemahaman produk yang tepat, maka marketer tak bisa melakukan promosi dan pengenalan produk yang tepat.

Begitu juga tanpa promosi yang tepat, maka sulit melakukan penjualan. Tanpa penjualan, maka perusahaan akan kehabisan uang cash untuk menutupi biaya operasional. Jadi berangkat dari pemahaman produk ini akan meningkatkan omset perusahaan dalam jangka panjang

Menetapkan Channel Penjualan

Tim marketing Anda menetapkan siapa target market dengan baik. Mereka juga mengenal produk secara lengkap, maka tahap berikutnya Anda perlu menetapkan channel penjualan. Menetapkan channel penjualan bisa melihat siapa target market Anda.

Bila target market Anda adalah orang-orang yang lebih banyak main sosial media. Maka, Anda bisa melakukan proses marketing melalui dunia digital. Misalnya saja, membuat website yang profesional. Sosial media yang teroptimasi. Dan membuat konten-konten yang berkualitas sesuai dengan voice target market Anda.

Membuat Konten Planning yang Matang

Agar cara kerja marketing Anda berhasil, maka Anda perlu membuat konten planning yang matang. Membuat perencanaan konten marketing sangat penting bagi sebuah bisnis. Konten marketing adalah umpan yang akan Anda suguhkan pada calon konsumen.

Membuat konten marketing tentu sesuai dengan channel penjualan Anda. Bila Anda menggunakan jalur offline. Maka Anda bisa membuat brosur, pamflet, banner dan aneka konten pemasaran yang lainnya. Media ini akan menyentuh calon konsumen agar tahu produk Anda, mereka membaca konten marketing Anda. Harapannya, mereka menemukan solusi dalam brosur Anda ini. Mereka tertarik dan akhirnya mau membeli.

Bila chanel penjualan Anda melalui website dan sosial media, maka Anda perlu menyiapkan konten yang berkualitas. Konten yang berkualitas merupakan amunisi untuk menjangkau audience secara luas. Melalui website dan sosial media ini, Anda mengenalkan produk kepada mereka.

Membangun komunikasi dua arah. Dan ujung-ujungnya bisa melakukan penjualan secara masif. Konten untuk media online dan offline tentu memiliki karakteristik yang berbeda-beda. Tetapi secara prinsip, konten marketing harus menarik perhatian pembacanya.

Maka Anda perlu membuat desain gambar yang mencolok, warna yang tajam dan ilustrasi yang unik. Tentu saja susunan kata dan copywriting yang seusai dengan target market bisnis Anda. Sehingga mereka mau membaca penawaran Anda dan berujung closing.

Menjalankan Strategi Pemasaran yang Tepat

Strategi pemasaran sangat krusial dalam sebuah bisnis. Anda bisa menetapkan strategi pemasaran Anda melalui online atau offline. Tentu strategi pemasaran ini sesuai dengan target market Anda.  Bila mereka adalah orang-orang yang jarang online, maka Anda bisa menetapkan strategi marketing offline.

Misalnya saja, Anda bisa membuat brosur dan menyebarkannya di lampu merah, perempatan, POM bensin dan tempat-tempat yang ramai orang lalu-lalang. Pastikan strategi pemasaran yang Anda gunakan berbeda dari kompetitor, unik dan out of the box. Sehingga calon konsumen tak merasa bosan.

Intinya harus membuat strategi pemasaran yang kreatif, mendidik, menghibur dan membuat mereka penasaran. Semakin mereka penasaran, maka semakin mudah bagi Anda untuk meraih kesuksesan dalam bisnis.

Menetapkan Harga yang Kompetitif

Menetapkan harga yang tepat penting bagi kelangsungan bisnis Anda jangka panjang. Bila target market Anda adalah orang-orang kelas menengah ke atas. Maka, Anda bisa menetapkan harga yang tinggi. Tentu menjual dengan harga tinggi harus diiringi dengan value yang tinggi pula.

Orang-orang kelas menengah ke atas memiliki uang yang melimpah dan nyaris tak terbatas. Bila Anda menjual dengan harga murah tentu mereka tak akan mau membelinya. Dalam benak mereka harga adalah kualitas. Jika Anda menjual dengan harga murah, tentu kualitasnya jelek dan kurang bagus.

Apabila Anda menjual dengan harga tinggi, tentu ekspektasi mereka kualitasnya bagus dan berkualitas. Bila Anda menjual pada segmentasi menengah ke bawah, maka Anda perlu mempertimbangkan harga. Bagaimanapun juga, harga sangat penting dan krusial bagi mereka.

Rata-rata mereka mau membeli produk dengan harga murah dan kualitas bagus.  setiap orang tahu bahwa produk yang jelek itu harganya murah. sehingga dengan harga murah, jangan pernah berharap mendapatkan produk yang bagus dan berkualitas.

Penutup

Sebenarnya cara kerja marketing sangat sederhana. Yaitu bagaimana Anda mampu menumbuhkan rasa ingin tahu mereka. Lebih tepatnya bagaimana Anda membuat mereka penasaran dan merasa butuh pada produk Anda. Memang membuat promosi dan konten penjualan tak semudah membalik telapak tangan. Maka, Anda perlu belajar bagaimana strategi konten yang unik, menarik dan membuat orang kepo dengan produk Anda.

Baca Juga : Tips Instagram Marketing Untuk Meningkatkan Penjualan

Previous Post
Next Post
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *