Pahami Lebih Dalam Pengertian Website Deindex Dan Sandbox

Sebagian besar pemilik web pemula tidak tau mengenai Website Deindex dan Sandbox. Artikel ini akan menjelaskan arti dari keduanya lebih dalam lagi. Yuk, simak penjelasan lengkapnya di bawah sampai selesai.

Apa Itu Website Deindex?

Website Deindex merupakan sebuah situasi web menjadi tidak terindeks Google lagi dan tidak dapat muncul di hasil pencarian Google. Untuk mengecek web terkena deindex Google atau tidak bisa dengan mengetikkan keyword nama situs yang ingin dicek pada kolom search engine Google. Sementara itu, untuk mengetahui artikel deindex bisa juga mengeceknya dengan keyword seperti ini “nama web/url artikel” atau “nama web judul artikel”. Apabila setelah pengecekan web tidak ada di daftar, maka sudah pasti web mengalami deindex. Meskipun kamu melakukan pencarian dengan berbagai macam keyword tetap saja web tidak akan ada di SERP.

Pahami Lebih Dalam Pengertian Website Deindex Dan Sandbox
Pahami Lebih Dalam Pengertian Website Deindex Dan Sandbox

Penyebab Website Deindex Dan Cara Mengatasinya

Google membuat peraturan ketat untuk menentukan apakah sebuah web punya kualitas dan layak diindeks atau tidak. Ini karena Google sangat memprioritaskan pengalaman para usernya supaya mereka tidak membuka web bermasalah.

Ada 10 lebih penyebab web mengalami Website Deindex Google tapi dalam artikel ini hanya akan membahas 5 dari semua sebab untuk kamu hindari beserta cara mengatasinya.

Baca Juga : Pengertian Algoritma Google Dan Update Perubahannya

1. Konten Duplikat

Ada dua hal yang mengakibatkan konten bisa terduplikat, pertama adalah copy paste dari web lain dan kedua copy paste dari web sendiri. Untuk cara kedua biasanya dilakukan dengan membuat beberapa halaman web berisi bahasan yang sama persis tapi memakai URL berbeda. Google akan mendeteksi hal ini sebagai konten duplikat. Kamu bisa mengatasinya dengan melakukan redirect 301 yaitu memindahkan URL lama beserta kontennya ke URL baru dan memberikan kode bot Google supaya mencrawl URL baru. Sedangkan untuk copy paste konten dari web lain sebaiknya dihindari dari awal pembuatan web agar tidak memberikan kesan buruk kepada Google.

2. Konten Pendek

Google menganggap konten pendek dan isinya sedikit punya kualitas yang rendah. Konten ideal berupa informasi detail ataupun step by step umumnya terdiri dari 800-1200 kata. Untuk mencegah supaya konten kamu tidak terkena website deindex bisa dengan menulis bahasan selengkap mungkin, tambahkan foto, infografik atau bahkan video jika perlu agar lebih menarik.

3. Keyword Stuffing

Apapun yang berlebihan tentu tidak baik bukan? Tak terkecuali memasukkan keyword dalam sebuah konten secara berlebihan dengan sengaja agar terindeks oleh Google. Hal tersebut bisa membawa web mengalami website deindex karena Google menilai kontennya tidak wajar. Gunakan variasi keyword untuk konten dengan topik tertentu supaya web kamu tetap aman.

4. Non Natural Link

Salah satu teknik SEO adalah membangun backlink. Jangan asal menjadikan web sebagai sumber backlink kalau tidak mau mendapat kemungkinan web kamu menjadi deindex. Cek lebih dulu web mana saja yang menyediakan backlink natural berkualitas menggunakan Google Webmaster Tool/ Google Search Console.

5. Server Down

Server down dalam waktu lama juga bisa membuat web terkena deindex Google. Kamu bisa install tool uptime monitoring web seperti Pingdom dan Uptime agar mendapat pemberitahuan setiap server mengalami down.
Saat web mengalami deindex, hal tersebut memungkinkan web juga terkena website Sandbox. Baca penjelasan tentang web sandbox berikut.

Apa Itu Website Sandbox?

Website Sandbox adalah web yang sudah tidak bisa terindeks oleh search engine Google dan konten dalam web pun tidak akan muncul di SERP. Bahkan saat kamu berusaha optimasi website Sandbox dengan lebih benar lagi dari sebelumnya, belum tentu akan membawa dampak baik. Sederhananya, web sedang mendapat hukuman dari Google dan harus menunggu sampai masa hukuman berkahir supaya kembali berada di peringkat yang layak pada SERP. Kamu bisa mengecek apakah web kamu masuk dalam daftar sandbox atau tidak di https://s.id/googlesandbox. Atau lakukan cek manual dengan melihat beberapa faktor penyebab web terkena Google sandbox, antara lain :

1. Web tidak muncul di search engine
2. Trafik kunjungan halaman web menurun drastis
3. Penghasilan berkurang, ini jika web sudah terdaftar Google Adsense

Baca Juga : Memahami Arti “Content Is King” Dalam Website

Cara Mengatasi Website Google Sandbox

Apabila kamu yakin kalau web kamu masuk dalam daftar blacklist Google Website Sandbox dan konten dalam web mengalami deindex, lakukan upaya berikut agar web kamu bisa diberi pertimbangkan lagi untuk kembali terindeks.

1. Hapus konten duplikat
2. Hapus konten yang terindikasi plagiarisme
3. Hapus file berbahaya yang ada pada web
Membuat web berkualitas memang bukanlah hal yang mudah. Butuh kesabaran dan pengetahuan lebih untuk mewujudkannya. Dengan memahami apa saja yang harus dilakukan dan hindari saat memaksimalkan kinerja sebuah web, maka kesulitan yang ada bisa berubah menjadi kemudahan. Itulah pengertian dari Website Deindex dan Sandbox serta cara mengatasinya. Semoga membantu!

Previous Post
Next Post
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *