TRABASAN.COM Salah satu divisi penting perusahaan adalah markeing executive. Tugas marketing executive Lumayan berat. Untuk mencapai goal dan target perusahaan mereka perlu bekerja keras untuk menghasilkan penjualan. Tanpa penjualan yang maksimal, maka perusahaan terancam tak mampu menutupi biaya operasionalnya. Bila ini terjadi, maka perusahaan perlu mencari sumber dana lain untuk menjaga agar operasional perusahaan tetap berjalan. Mulai dari hutang ke bank, mencari investor dan sumber pendanaan yang lainnya.

Peran eksekutif marketing sangat vital alam perusahaan. Mereka merencanakan pemasaran, strategi pemasaran dan eksekusinya. Bila marketing eksekutif bekerja secara maksimal. Maka mereka akan mudah memperoleh cash dari kepercayaan (trust) orang lain. Mau tahu apa tugas marketing eksekutif? Simak pembahasannya dalam artikel ini.

1. Mengembangkan Strategi Marketing

Tugas marketing executive yang pertama adalah mengembangkan strategi marketing perusahaan. Tentu, tujuan utama bisnis adalah untuk memperoleh keuntungan (profit) dan berujung pada cash yang melimpah. Untuk mencapai tujuan ini, perlu tahapan panjang. Istilahnya, bisnis jalan panjang. Mulai dari produksi, marketing, promosi, periklanan, distribusi hingga terjadi penjualan.

Produk perusahaan yang berkualitas bagus dan super. Tanpa sentuhan marketing yang piawai, maka produk ini tak akan dikenal konsumen. Bayangkan, bila konsumen tak mengenal produk Anda, tentu mereka tak akan kenal, tertarik dan membelinya.

Memperkenalkan produk pada konsumen adalah tugas utama divisi marketing eksekutif. Tentu, bukan memperkenalkan pada semua orang. Tetapi memperkenalkan produk kepada target market yang tepat. Siapa target market yang tepat itu? Mereka adalah orang-orang yang benar-benar membutuhkan produk Anda.

Baca juga: Pengertian Social Media Marketing Menurut Para Ahli

2. Menganalisis Target Audience

Tugas marketing executive pertama adalah melakukan riset. Produk yang berkualitas tak berarti akan dibeli oleh semua orang. Karena pembeli produk hanya orang-orang tertentu saja.  Orang yang hanya butuh produk Anda. Kita mengenal mereka sebagai target market.  Mereka adalah orang-orang yang benar-benar membutuhkan produk Anda. Jadi, tak semua orang bisa jadi target market sebuah bisnis. Mengapa? Bila Anda menjual kepada semua orang artinya Anda tak bisa menjual dalam jumlah besar dan cepat.

Sebaliknya, bila Anda memiliki target market yang tepat. Maka Anda bisa menjual kepada mereka dalam jumlah besar, cepat dengan cara yang tepat.  Mengapa tidak menjual ke semua orang? Karena mereka bukan target market Anda. Misalnya saja, Anda mau berbisnis beras. Memang beras adalah kebutuhan pokok orang Indonesia.

Setiap orang membutuhkan nasi sebagai makanan pokok orang Indonesia. Tetapi Anda perlu tahu bahwa tak semua orang membeli beras. Orang yang biasa membeli beras adalah ibu rumah tangga atau pembantu. Maka target market jualan beras Anda adalah ibu rumah tangga dan para pembantu rumah tangga.

Mereka adalah ujung tombak yang memutuskan membeli beras merek apa dan jenis apa. Ketika Anda sudah mengetahui siapa target market bisnis Anda, maka Anda bisa membuat perencanaan bisnis yang tepat. Konten bisnis yang Anda ciptakan akan sesuai dengan voice target market Anda. Sehingga konten apapun yang Anda ciptakan akan sampai pada mereka. Dan akan mampu mempengaruhi pikiran dan imajinasi mereka untuk jatuh hati dan akhirnya memilih produk Anda dengan sukacita.

3. Membuat Website Sebagai Magnet

Salah satu strategi marketing yang bisa Anda jalankan adalah dengan membuat website yang profesional. Sebuah pertanyaan penting, mengapa harus website? Karena website ibarat rumah kita sendiri. Kita memiliki hak mutlak atas website. Berbeda dengan pemasaran memanfaatkan sosial media.

Akses kita pada sosial media sangat terbatas. Karena mau tak mau sosial media bukan milik kita. Ibarat kata, kita sedang nebeng pada platform bisnis orang lain. Bila suatu saat usaha mereka kolaps dan tutup, maka akun sosial media Anda juga akan hilang.

Ada banyak jenis sosial media yang hingga kini tinggal nama. Sebut saja friendster. Pada tahun 2000-an friendster jadi sosial media pertama yang tenar dan terkenal. Nyatanya, sekarang Friendster tumbang dan tinggal nama.

Di era digital ini memiliki website adalah sebuah keharusan bagi siapa saja yang menulis. Tujuan utamanya adalah dalam rangka untuk mengenalkan produk pada target audience yang tepat. Boleh di bilang, website dalam dunia personal branding sangat penting untuk bangkit dan menata tugas mereka.

4. Menulis Konten Kreatif

Website yang profesional tak bisa lepas dari konten kreatif, edukatif yang mencerahkan pembacanya. Sehingga website Anda akan jadi rujukan banyak orang. Terutama informasi, edukasi tentang produk yang Anda jual. Pastikan Anda menulis konten artikel yang profesional untuk website Anda.

Tujuan utamanya adalah untuk membangun portofolio konten. Karena konten yang bagus dan profesional menggambarkan kualitas produknya. Bila Anda tak punya waktu dan tak mampu untuk menulis artikel sendiri, Anda bisa menghire penulis profesional secara freelance.

Ada banyak penyedia jasa artikel yang menawarkan artikel dengan berbagai rate harga. Mulai harga murah hingga mahal. Tentu kita percaya ada harga ada rupa. Harga murah jangan berharap kualitas bagus. Begitu juga sebaliknya, kualitas bagus tentu harganya mahal.

Penulis profesional perlu melakukan riset mendalam untuk menulis artikel yang berkualitas. Pertama, mereka melakukan riset kata kunci atau keyword untuk mendapatkan kata kunci yang rendah persaingan dan volume tinggi.

Inilah kata kunci untuk mudah masuk ke halaman utama Google. Sebagus apapun artikel, bila dalam persaingan tinggi, ya berat juga masuk Serp Google. Tahap berikutnya, mereka perlu meriset konten untuk menulis artikel yang berkualitas.

5. Membuat Konten Edukasi

Era sosial media hadir tanpa pernah bisa kita hindarkan. Solusinya kita perlu masuk ke sosial media dan memanfaatkan sebaik-baiknya.  Kata kunci menghasilkan omset dan penjualan melalui sosial media adalah membuat konten yang relevan.

Tentu konten yang relevan dengan produk yang Anda jual. Penyebaran konten yang edukatif, profesional dan bermanfaat akan menjaring banyak calon customer untuk datang, melihat-lihat, penasaran dan akhirnya ingin membeli produk Anda.

Anda tak bisa membuat promosi penjualan dengan model hard selling di  sosial media setiap hari. Mengapa? Karena mereka datang ke sosial media bukan untuk berbelanja. Tetapi mereka datang ke sosial media untuk mencari hiburan, melihat gambar teman dan update status mereka sehari-hari. Maka mindset jualan melalui sosial media adalah membangun pertemanan, membangun komunikasi, menginspirasi.  Inti dari segalanya adalah membangun kepercayaan (trust).  Kepercayaan yang terbangun dengan sendirinya akan menggiring mereka untuk datang dan membeli produk Anda tanpa Anda minta.

6. Menyelenggarakan Pameran Produk

Memang tak semua produk bisa kita pasarkan dan kita promosikan melalui channel digital. Mulai dari website, sosial media dan lain sebagainya. Bila produk Anda termasuk produk yang tak tercover dalam penjualan online, Anda bisa memasarkannya secara offline. Misalnya saja, produk kerajinan tangan, perabotan rumah tangga dan lain sebagainya.

Produk ini rata-rata memiliki berat yang lumayan. Sehingga sangat cocok bila kita jual secara offline melalui pameran-pameran. Sehingga lambat laun, Anda akan memiliki konsumen loyal yang siap membeli produk Anda kapan saja.

Lebih dari itu, saat mereka merasa puas dengan produk Anda, maka mereka berpeluang untuk melakukan selfie dan mempromosikannya di sosial media mereka tanpa Anda minta. Ini adalah model marketing yang luar biasa. Kepanjangan dari marketing dari mulut ke mulut (mouth of mouth) yang sangat powerfull untuk menarik pembeli dan menghasilkan penjualan dalam jumlah besar.

7. Membuat Planning Iklan Yang Tertarget

Untuk menghasilkan penjualan ratusan juta hingga miliaran, Anda tak bisa melakukan secara manual dan organik. Kecuali Anda melakukannya secara konsisten dalam jangka waktu yang lama. Kenyataannya, banyak orang yang merasa tak mampu membuat konten edukatif dalam waktu yang lama.

Sehingga mereka manfaatkan iklan untuk mendatangkan calon pembeli yang tertarget. Solusinya, Anda bisa memanfaatkan iklan sosial media. Mulai dari Facebook ads, Instagram ads, Google ads, Tik Tok ads.  Sosial media ini memiliki audience yang sangat tertarget.

Sehingga saat Anda melakukan promosi berbayar melalui sosial media ini maka orang-orang yang direkomendasikan oleh Facebook, Instagram, Tik tok adalah orang-orang yang sesuai dengan target yang Anda inginkan. Peluang berhasilnya sangat tinggi.

8. Menganalisis Kompetitor

Sebelum Anda melakukan penjualan dan promosi berbayar, Anda perlu melakukan analisis terhadap kompetitor. Memahami kompetitor sangat penting bagi sebuah bisnis. Terutama bagi tim marketing perusahaan. Tujuan utamanya adalah agar bisa menggali potensi yang belum digarap oleh kompetitor. Ibarat dalam lomba balap motor, Anda sulit menyalip kompetitor di jalan yang lurus.

Tapi saat Anda mencoba menyalipnya di jalan tikungan, maka besar kemungkinan Anda mampu menyalip mereka dengan indah dan cantik. Memulai bisnis tanpa tahu siapa kompetitornya sama artinya dengan pergi berperang tanpa tahu siapa musuhnya.

Bila Anda tak tahu siapa musuhnya saat berperang, maka Anda berpeluang untuk terbunuh. Karena Anda tak tahu musuh menggunakan senjata apa. Sebaliknya, saat Anda pergi berperang dengan tahu siapa target market Anda, maka bisnis Anda akan segera melimpah penjualannya.

9. Menyelenggarakan Pemasaran Offline

Tugas marketing executive  bisnis adalah menyelenggarakan pemasaran offline. Baru-baru ini saja kita menemukan istilah pemasaran online dengan media digital. Mulai dari website profesional, sosial media marketing yang sangat powerful. Namun, dulu sebelum ada ada media digital dan sosial media, para pengusaha melakukan promosi secara offline.

Mereka mencari informasi tentang pameran. Tentu, bukan sembarang pameran tetapi pameran yang  melekat dengan produk yang Anda jual. Sehingga Anda mencari penyelenggaraan pameran produk yang relevan dengan bisnis Anda. Bila Anda menemukannya, Maka peluang terjadinya transaksi penjualan tinggi sangat besar.

Pemasaran offline berupa pameran biasanya diselenggarakan oleh pemerintah melalui dinas pariwisata. Anda bisa mencari informasi melalui laman resmi mereka. Untuk mengikuti pameran ini Anda perlu menyiapkan dana untuk sewa tempat dan akomodasi yang lainnya. Bila Anda sering mengikuti pameran, maka dinas terkait akan memberi informasi bila ada acara pameran di tempat lain.

Baca juga: Marketing Communication Adalah. Pengertian, Manfaat Dan Tugasnya

Penutup

Dalam bisnis ada banyak divisi dengan tugas masing-masing. Setiap divisi harus fokus pada target untuk mencapai goal dan target perusahaan. Salah satu bagian penting perusahaan adalah marketing eksekutif. Tugas marketing executive lumayan berat. Dalam artikel ini penulis sudah menyajikan beberapa tugas mereka yang sangat vital untuk menghasilkan penjualan. Eksekutif marketing harus fokus menjalankan strategi ini secara konsisten. tanpa konsistensi, maka mereka terancam gagal mencapai target perusahaan.

Previous Post
Next Post
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.