Pengertian Bounce Rate Dan Cara Mengatasinya

Para pemilik situs terkadang masih merasa kesulitan untuk meningkatkan konversi website mereka, baik pada kunjungan maupun penjualan. Hal ini bisa terjadi salah satunya disebabkan oleh bounce rate yang tinggi. Pengertian Bounce Rate menjadi penyebab umum dari sebuah website mempunyi konversi dan trafik yang rendah. Jika pengunjung hanya membuka halaman pertama saja dan meninggalkan halaman itu tanpa menelusuri halaman lainnya, maka kesempatan merubah pengunjung menjadi pelanggan akan hangus.

Pengertian Bounce Rate

Apa itu Bounce rate? Pasti banyak dari pemilik situs belum awam dengan istilah ini. Pengertian Bounce Rate adalah persentase pengunjung website yang hanya membuka satu halaman website tanpa membuka halaman lain dan langsung meninggalkan website. Jadi, para pengunjung website tidak melakukan tindakan apa pun seperti mengklik menu website atau menelusuri internal link yang ada pada konten situs. Perlu diketahui bahwa rendah tingginya bounce rate sangat menentukan kualitas sebuah website. Semakin tinggi angka bounce rate maka semakin buruk kualitas website tersebut, begitu pun sebaliknya.

Pengertian Bounce Rate Dan Cara Mengatasinya
Pengertian Bounce Rate Dan Cara Mengatasinya

 

Baca Juga : Cara Mengatur Keuangan Pribadi dengan Gaji Kecil

Cara Mengecek Angka Bounce Rate

Untungnya kamu bisa mengecek angka Bounce Rate secara otomatis melalui Google Analytics. Pasang terlebih dulu tool Google Analytics pada website kamu. Setelah semuanya siap, kamu bisa ikuti langkah-langkah berikut untuk mengecek bounce rate website kamu.
1. Masuk ke Google Analytics
2. Klik Behavior, lalu pilih Overview
3. Di menu Overview kamu akan mendapatkan informasi rata-rata bounce rate dari semua halaman di website
Kamu bisa juga menghitung bounce rate secara manual dengan rumus berikut ini.
Jumlah kunjungan halaman tunggal : Jumlah pengunjung × 100%

Untuk memahami lebih jelasnya lagi, perhatikan contoh perkiraan di bawah :
Saat website mempunyai jumlah kunjungan keseluruhan mencapai 1000 pengunjung dan 500 di antaranya melakukan kunjungan halaman tunggal. Maka hitungannya menjadi 1000 : 500 × 100% hasilnya angka bounce rate dari website tersebut adalah 50%.
Jika bounce rate dipresentasekan mulai dari angka 0-100, maka 0 merupakan nilai terbaik dan 100 menjadi yang terburuk.

Cara Mengatasi Bounce Rate Yang Tinggi

Kalau kamu sudah mengecek bounce rate website kamu dan ternyata angka bounce ratenya masih tinggi, mungkin memang ada masalah pada website kamu. Coba ikuti beberapa cara mengatasi dan menurunkan Bounce Rate berikut ini.

1. Maksimalkan Posisi CTA

Kebanyakan pengunjung memutuskan akan menyukai website dalam waktu kunjungan beberapa detik saja. Bahkan tak jarang juga dari mereka hanya melihat sekilas tampilan halaman website dan menu-menu yang menonjol. Kamu bisa menambahkan tombol CTA di bagian yang menurut kamu paling mendapat perhatian pengunjung.

2. Naikkan Kualitas Konten

Buatlah konten berkualitas tinggi agar pengunjung mau menelusuri semua konten website dan tidak membawa angka bounce rate pada situs kamu. Kamu bisa juga melakukan pembaruan pada konten lama seperti mengedit informasi terbaru agar lebih akurat. Konten akan dianggap punya kualitas karena menerapkan beberapa tips saat membuatnya, antara lain :
• Pilih bahasan yang relevan dengan topik utama website dan gunakan keyword yang mempunyai nilai SEO
• Tulis konten yang simpel tapi informatif, mudah dipahami dengan cepat, dan beralur jelas serta menarik
• Gunakan subheading agar pengunjung bisa langsung membaca poin-poin penting dalam konten
• Jangan lupa perhatikan jenis huruf, ukuran, warna, spasi, dan margin untuk menampilkan konten yang bersih dan enak dibaca
• Tambahkan gambar dan video beresolusi tinggi agar pengunjung mendapat pengalaman berkunjung lebih baik

Baca Juga : Pengertian Social Signal Dan Fungsinya Untuk Website

3. Tingkatkan Kecepatan Website

Pengguna internet termasuk kamu pasti akan segera meninggalkan website ketika mendapati loading yang lama saat proses membukanya. Pilihan terkahir ya harus membuka website lain yang lebih cepat, kan? Jika website milik kamu mengalami masalah loading lama, kamu bisa meningkatkan kecepatan website dengan menggunakan hosting yang memang berkualitas baik. Selain itu, bisa juga dengan mengurangi plugin, memperkecil ukuran gambar, atau meminify file CSS dan JavaScript website.

4. Buat Website Mobile Friendly

Sebagain besar pengguna internet melakukan aktivitas mereka di dunia maya menggunakan perangkat mobile/ Smartphone. Sayangnya, tidak semua situs akan merespon saat ada pengguna berselancar di website tersebut melalui mobile. Kamu bisa menjadikan website kamu mobile friendly agar mengurangi resiko Pengertian Bounce Rate yang dibawa oleh pengunjung dengan bantuan plugin.

5. Bangun Kredibilitas

Saat membutuhkan informasi dan mencarinya di internet, sudah pasti penelusur ingin mendapatkan informasi dari sumber yang kredibel. Untuk membuat kesan website profesional dan lebih terpercaya, kamu bisa akali dengan mengaplikasikan tema dan template layout website yang keren dan berfitur lengkap. Menambahkan biodata singkat dari penulis konten blog website juga mampu meyakinkan pengunjung untuk membaca artikel sampai selesai. Ini karena mereka percaya bahwa konten ditulis oleh para expert.

Kesimpulan

Pengertian Bounce Rate menjadi salah satu faktor penentu naik turunnya trafik sebuah website. Perbaiki lagi kualitas konten jika dirasa bounce rate website masih tinggi supaya pengunjung senang berada lama-lama di situs kamu, buat mereka membaca semua konten sampai habis!

Previous Post
Next Post
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.