Apa Itu Meta Tag Dan Jenisnya?

Ketika kamu memasukkan query tertentu pada kotak pencarian Google, biasanya pada halaman pertama hasil penelusuran akan muncul 10 top link web beserta keterangan singkat isi konten dari web-web tersebut. Nah, keterangan berupa judul dan URL itu dikenal dengan nama Meta Tag. Penting bagi kamu untuk membuat Meta Tag yang benar agar SEO (Search Engine Optimization) pada web berjalan optimal. Baca artikel ini sampai selesai untuk mempelajari lebih lanjut tentang Meta Tag mulai dari pengertian, jenis, sampai manfaatnya!

Pengertian Meta Tag

Meta tag merupakan elemen HTML yang mendeskripsikan rangkuman dari isi konten halaman web. Jadi, meta tag berguna untuk memberikan ringkasan informasi terkait konten dari sebuah web kepada mesin pencari. Meta tag ini berbentuk deretan kode HTML yang berada di antaran tag <head> dan </head> dan bisa kamu temukan pada halaman source codenya. Salah satu cara terbaik supaya web kamu mendapat peringkat teratas pada hasil pencarian ya dengan membuat meta tag. Perhatikan contoh meta tag sederhana berikut ini :

<head>
<meta charset=”UTF-8″>
<title>Apa Itu Meta Tag Dan Jenisnya?<title>
<meta name=”description” content=”Pengertian Meta Tag”>
<meta name=”keywords” content=”meta tag, adalah, jenis meta tag”>
<meta name=”author” content=”Aufa”>
<meta name=”viewport” content=”width=device-width, initial-scale=1.0″>
</head>

Jenis-Jenis Meta Tag

Ada beberapa jenis meta tag, berikut penjelasan lengkapnya :

1. Meta Title

Meta title/ Title tag adalah atribut HTML yang mendefinisikan judul dari halaman web. Meta title berguna untuk menampilkan judul konten yang akan muncul di halaman hasil penelusuran. Tulis judul dengan singkat agar mudah ditemukan oleh mesin pencari. Berikut contoh menuliskan kode HTML dari meta title :
<head><title>Pengertian Dan Manfaat Meta Tag</title></head>

2. Meta Description

Meta description merupakan atribut HTML berupa rangkuman singkat isi konten yang terdapat pada halaman web. Sama seperti meta title, meta description juga akan muncul di hasil penelusuran Google. Buatlah deskripsi yang menarik dan jangan terlalu panjang supaya orang-orang tertarik untuk mengunjungi halaman web kamu. Mesin pencari Google biasanya membatasi deskripsi dengan jumlah karakter kurang lebih sekitar 160 an. Untuk menuliskan kodenya, bisa kamu tulis seperti contoh berikut ini :
<head><meta name=”description” content=”Meta tag adalah elemen html yang berguna, Ada 3 jenis Meta Tag utama”></head>

3. Meta Keywords

Meta keywords adalah atribut HTML berisikan keywords yang relevan dengan konten halaman web. Menuliskan meta keyword harus dalam huruf kecil, apabila ingin menambah keywords, kamu bisa memisahnya memakai tanda baca koma. Untuk lebih jelasnya, coba perhatikan contoh meta keywords berikut :
<meta name=”keywords” content=”meta tag, meta keywords, seo, meta title, medescription”>

4. Meta Author

Meta author adalah tag HTML yang berfungsi untuk memberitahu siapa pemilik web. Penambahan meta author biasanya dilakukan pada web yang berisi konten karya tulis dan jurnal. Jika web kamu berisi konten seperti itu, mempunyai informasi web yang lebih spesifik, tentu akan membuat mesin pencari mudah menemukan web kamu, bukan? Berikut contoh penulisan kode HTML meta author :
<meta name=”author” content=”Aufa”>

5. Meta Robots

Meta robots merupakan tag yang dapat memberikan sinyal kepada mesin pencari agar melakukan crawl dan mengindeks sebuah halaman web beserta link yang ada di dalamnya. Beberapa jenis dari tag ini adalah index dan noindex bertujuan untuk keperluan mengindeks serta follow dan nofollow untuk mencrawl. Kamu bisa menulis kode HTML meta robots seperti ini :
<meta name=”robots” content=”index, follow”> atau <meta name=”robots” content=”noindex, nofollow”>

6. Meta Refresh Redirect

Meta refresh redirect adalah tag yang digunakan ketika kamu ingin meredirect pengunjung menuju URL yang berbeda. Akan tetapi, sangat disarankan bagi kamu menghindari penggunaan tag ini. Jika memang diperlukan, sebaiknya gunakan saja redirect 301. Berikut kode HTML dari meta refresh redirect :
<meta http-equiv=”refresh” content=”1;url=”https://contoh.co.id/”>

7. Meta Charset

Saat kamu membuka sebuah web kemudian menemukan kalimat berbentuk simbol yang tidak bisa dibaca, berarti kamu sedang bertemu dengan meta charset. Jadi, meta charset merupakan tag penentu kode karakter di halaman web. Pada umumnya yang sering digunakan adalah karakter UTF-8/Unicode. Sebenarnya terdapat banyak karakter tapi jangan sampai kamu asal menggunakannya ya. Ini karena jika dalam konten ditemukan banyak kesalahan, maka bounce rate halaman web kamu malah jadi makin tinggi. Jangan sampai deh! Contoh kode HTML meta charset seperti di bawah :
<meta charset=”UTF-8″>

8. Meta Viewport

Meta viewport merupakan tag yang mengatur tampilan halaman web. Terkadang kamu akan menemui web yang saat dibuka tampilannya sungguh berantakan, bahkan kamu harus kerepotan mengulangi zoom in dan zoom out halaman web ketika sedan asik membaca kontennya. Nah, makanya pembuatan meta viewport menjadi sangat penting agar mesin pencari tau bahwa web kamu mobile friendly dan hal semacam tadi tidak perlu terjadi. Kode HTML dari meta viewport bisa kamu tulis begini :
<meta name=”viewport” content=”width=device-width, initial-scale=1.0″>
Meskipun penggunaan meta tag sendiri bukan jadi pondasi utama yang menentukan peringkat sebuah web di hasil pencarian, tidak ada salahnya juga membuat meta tag agar SEO web bekerja dengan maksimal. Semoga artikel ini dapat membantu kamu memahami apa itu Meta Tag, sekaliguas memberi kemudahan bagi kamu dalam mempelajari bagaimana cara-cara dasar pembuatan meta tag sederhana pada web kamu.

Previous Post
Next Post
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.