Contoh Proyek Keuangan Bisnis Plan. Setiap orang pasti ingin punya usaha dan bisnis yang menguntungkan. Bisnis yang akan mencetak cash melimpah dalam jangka panjang. Namun, banyak orang yang lupa untuk membuat perencanaan dan proyeksi keuangan. Sehingga usaha dan bisnis yang mereka jalankan kurang maksimal.

Maka, solusinya Anda perlu belajar tentang bisnis plan dan laporan keuangan.

Sering membaca bisnis plan dan laporan keuangan akan memudahkan Anda membaca dan memahami contoh proyeksi keuangan bisnis plan Anda.

Apa Itu Bisnis Plan

Bisnis plan merupakan perencanaan (planning) bisnis jangka panjang. Mulai dari perencanaan  produksi (production), pemasaran  (marketing), penjualan (sales)  hingga menghasilkan laba bersih (Free Cash).

Saat Anda menjalankan usaha sendirian, tentu Anda mencari barang dagangan sendiri atau memproduksi sendiri, menjual sendiri dan menghitung laba Anda sendiri. Maka tak begitu urgent (mendesak) bagi Anda untuk membuat bisnis plan.

Tetapi saat Anda menjalankan bisnis yang melibatkan banyak karyawan. Mulai dari karyawan produksi, marketing, penjualan dan finansial (keuangan). Setiap karyawan memiliki job description (tugas) masing-masing. Maka Anda perlu membuat rencana bisnis (business plan) yang matang. Agar setiap bagian dalam perusahaan Anda bisa bekerja maksimal, memiliki kinerja positif dan menghasilkan produk berkualitas. Ujung-ujungnya akan meningkatkan penjualan bisnis Anda.

Tanpa perencanaan yang matang, maka bisnis Anda akan berjalan di tempat. Banyak terjadi kekosongan, karyawan menganggur, mereka bekerja tak maksimal. Akhirnya, penjualan Anda merosot. Akhirnya, bisnis Anda merugi dan Anda berpeluang mengalami kebangkrutan.

Baca juga: Strategi Manajemen Bisnis Untuk Mencapai Goal Perusahaan

Manfaat Membuat Bisnis Plan

Sebelum Anda membuat bisnis plan yang terencana, terstruktur dan matang, tentu Anda penasaran apa saja manfaat membuat bisnis plan untuk bisnis Anda jangka panjang.

Berikut beberapa manfaat membuat bisnis plan untuk bisnis Anda di masa yang akan datang:

Mencapai Goal Membangun Bisnis

Dalam membangun bisnis, tentu Anda punya goal atau tujuan yang jelas. Misalnya, Anda ingin mencapai omset 100 miliar selama 1 tahun. Omzet 100 miliar setahun ini tak bisa serta-merta Anda capai tanpa perencanaan yang matang. Tanpa perencanaan yang matang, Anda tak bisa melakukan eksekusi apapun.

Ibarat membangun rumah, bisnis plan adalah gambar/sketsa rumah yang akan Anda bangun. Dengan melihat sketsa ini, Anda bisa memperkirakan berapa semen yang dibutuhkan, membutuhkan berapa banyak batu bata, membutuhkan berapa banyak besi untuk membangun fondasi hingga jadi rumah yang kuat dan layak huni.

Membuat Skala Prioritas

Memiliki bisnis plan yang matang akan membuat Anda tahu mana skala prioritas yang paling penting. Banyak hal penting yang perlu Anda dahulukan tetapi Anda perlu mendahulukan sesuatu yang benar-benar penting. Inilah makna skala prioritas.

Mengurangi Risiko Kegagalan Bisnis

Selain menawarkan peluang keuntungan yang besar, bisnis juga menyimpan potensi kerugian. Memiliki bisnis plan yang matang akan menghindarkan Anda dari potensi kerugian.

Memprediksi Keuntungan Bisnis

Saat Anda hendak memulai bisnis, masih tujuan utamanya adalah untuk meraih keuntungan. Membuat bisnis plan akan memudahkan Anda memprediksi berapa besar keuntungan yang Anda inginkan. Bukan sekedar mimpi tapi rencana yang terstruktur dengan bekal sumber daya dana, bahan baku dan sumber daya manusia dan potensi yang Anda miliki.

Mempersiapkan Pendanaan

Memulai bisnis tak cukup hanya bermodal angan-angan dan keinginan. Untuk memulai bisnis Anda perlu modal untuk menjangkau profesional bisnis Anda. Bayangkan saja, sebelum Anda menghasilkan produk berkualitas dan mampu menjualnya, tentu Anda membutuhkan modal untuk menjalankan operasional. Memiliki bisnis plan yang matang akan memudahkan Anda untuk menarik modal dalam jumlah besar untuk menutup kebutuhan modal bisnis Anda.

Sebagai Panduan Dalam Menjalankan Bisnis

Memiliki bisnis plan yang bagus, terencana dan matang akan memudahkan Anda menjalankan bisnis. Layaknya Anda ada dalam perjalanan, maka saat Anda memegang peta Anda tak akan tersesat dan lebih cepat sampai ke tujuan.

Proyeksi Keuangan

Proyeksi keuangan merupakan perencanaan yang dibuat oleh perusahaan dalam rangka untuk memperkirakan berapa besar biaya yang dibutuhkan untuk menjalankan operasional usaha hingga menghasilkan penjualan.  Setiap usaha dan bisnis perlu membuat proyeksi keuangan agar mereka punya peta (patokan) untuk menjalankan usaha dan bisnis.

Contoh Proyeksi Keuangan Bisnis

Terkadang Anda akan kesulitan memahami proyeksi keuangan bila hanya membaca narasi dalam artikel. Untuk memudahkan Anda memahami lebih dalam seperti apa proyeksi keuangan bisnis, maka penulis akan menyajikan contoh proyeksi keuangan bisnis yang bisa Anda pelajari, Anda pahami sehingga Anda bisa membuat proyeksi keuangan untuk bisnis Anda sendiri.

Membuat latar belakang rencana bisnis Anda

Umumnya proyeksi keuangan terdiri dari:

  1. Penjelasan visi misi bisnis Anda
  2. Paparan tentang gambaran besar potensi produk Anda
  3. Menetapkan target market yang spesifik
  4. Membuat perencanaan bisnis yang matang

Membuat Bisnis Plan

Sedangkan untuk membuat proyeksi keuangan, Anda membutuhkan bisnis plan.

Umumnya bisnis plan terdiri dari:

Ringkasan eksklusif

Ringkasan ini berisi tentang ringkasan bisnis Anda dan potensinya. Sehingga siapapun yang membacanya akan tertarik dan berminat untuk jadi bagian dari bisnis Anda.

Latar belakang perusahaan

Menggambarkan latar belakang perusahaan mulai berdiri hingga menghasilkan produk yang jadi solusi bagi market Anda.

Analisis market dan pemasaran

Berisi data atas analisis yang sudah Anda lakukan untuk menemukan target market yang tepat. Sehingga produk Anda bukan sekedar produk dalam tahap uji coba tetapi produk yang sudah tervalidasi pada market yang tepat. Market ini punya daya beli dan siap membelanjakan uangnya.

Analisis potensi produk

Produk yang Anda ciptakan memiliki banyak kelebihan bila dibandingkan dengan produk kompetitor. Sehingga Anda yakin bahwa produk Anda mampu bersaing dan target market lebih memilih produk Anda.

Analisis tim manajemen serta sumber daya manusia

Anda menyampaikan bahwa tim manajemen Anda solid dan siap menyukseskan bisnis Anda dalam jangka panjang.

Analisis laporan keuangan

Anda memberikan analisis atas laporan keuangan bisnis Anda. Sehingga siapapun yang melihat laporan keuangan Anda akan percaya bahwa bisnis Anda memiliki prospek cerah dan potensi jangka panjang.

Rencana pengembangan bisnis

Bukan sekedar berasumsi dalam bisnis, Anda juga sudah melakukan analisis atas bisnis Anda jangka panjang. Anda sudah punya data dan perencanaan (planning) ke mana bisnis ini akan di bawa di masa depan. Sehingga setiap anggota tim manajemen Anda akan merasa optimis dan semangat menjalani hari-hai bekerja dan menghasilkan prestasi.

Potensi Resiko Bisnis

Anda juga tak menghindari atau mengesampingkan potensi kerugian dalam bisnis Anda. Dalam menjalankan bisnis, banyak hal yang mungkin terjadi. Salah satunya adalah potensi terjadinya kerugian. Bila Anda sudah membuat perencanaan yang matang untuk menghindari terjadinya peluang kerugian ini.

Penutup

Membangun bisnis yang kuat dan profitable tak bisa lepas dari perencanaan dan proyeksi keuangan. Salah satunya Anda perlu tahu contoh proyeksi keuangan bisnis plan. Memahami bisnis plan akan memudahkan Anda menemukan target market yang tepat. Sehingga Anda akan mudah menjual dan menghasilkan sales secara masif.

Previous Post
Next Post
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *