Contoh laporan keuangan pribadi mahasiswa. Banyak orang yang belum sadar betapa pentingnya melek finansial. Uang adalah kebutuhan tapi kita tak boleh bergantung pada uang. Ibarat kata,  uang hanya alat tukar. Uang bukan kekayaan. Jadi tanpa tahu bagaimana uang dan karakteristiknya, maka kita tak bisa memperlakukan uang sebagaimana mestinya. Memahami uang lewat laporan keuangan akan membantu memudahkan Anda mengelola uang. Sehingga Anda bisa mengatur dan mengelola uang. Bukan malah Anda yang diatur dan dikendalikan oleh uang.

Sebelum membuat laporan keuangan pribadi, tentu Anda perlu tahu apa itu laporan keuangan pribadi? Laporan keuangan pribadi adalah laporan keuangan yang menggambarkan kondisi keuangan seseorang dalam periode tertentu.

Mau tahu bagaimana laporan keuangan pribadi untuk mahasiswa? Simak penjelasannya dalam artikel ini.

Contoh Laporan Keuangan Sederhana Untuk Mahasiswa

Banyak orang yang merasa berat untuk membuat laporan keuangan pribadi karena berbagai alasan. Salah satunya karena merasa ribet. Padahal, untuk membuat laporan keuangan pribadi, Anda tak perlu membuat laporan lengkap layaknya laporan keuangan perusahaan.

Prinsipnya adalah Anda melakukan pencatatan dari setiap pemasukan dan pengeluaran Anda setiap harinya.

Sehingga Anda punya data tentang pengeluaran dan pemasukan Anda pribadi. Saat Anda punya data, Anda bisa melakukan analisa apa saja pengeluaran yang tak sesuai dengan perencanaan Anda. Lebih dari itu, Anda tahu apa pengeluaran yang Anda benar-benar tak membutuhkannya. Sehingga Anda bisa membedakan antara memenuhi kebutuhan dan keinginan. Memenuhi kebutuhan hukumnya wajib. Sedangkan memenuhi keinginan tak wajib.

Solusinya, Anda bisa membuat laporan keuangan sederhana. Pada sub bab ini penulis akan menyajikan kepada Anda contoh laporan keuangan sederhana yang aplikatif.  Dan tentu saja, bisa Anda terapkan dalam rangka membuat laporan keuangan pribadi.

Bagaimana cara membuat laporan keuangan pribadi? Secara sederhana, dalam laporan keuangan pribadi ini ada  4 kolom. Yaitu:

 1. Kolom Tanggal

Kolom tanggal menggambarkan tanggal Anda melakukan transaksi, uang masuk atau uang keluar. Sehingga Anda tahu histori transaksi itu. Kapan transaksi itu terjadi. Jadi, Anda bisa menelusuri lagi kapan Anda melakukan transaksi itu.

 2. Kolom Pemasukan

Kolom pemasukan adalah kolom yang berisi keterangan dari mana sumber uang Anda. Dari mana Anda memperoleh uang. Misalnya saja, transferan dari orang tua, uang hibah dari teman atau orang tua teman. Anda menang lomba dan menerima hadiah berupa uang tunai. Dan lain sebagainya. Intinya kolom ini berisi sumber dana yang Anda peroleh untuk memenuhi kebutuhan Anda sehari-hari.

3. Kolom Pengeluaran

Kalau mengeluarkan adalah kolom yang berisi data-data semua pengeluaran Anda. Misalnya, pengeluaran pribadi, pengeluaran makan, minum, pulsa, paket data, foto kopi mata kuliah dan mentraktir teman. Juga pengeluaran yang bersifat pendidikan. Misalnya, membayar uang kuliah, foto kopi pelajaran, membeli buku kuliah, pembayaran ekstra kuliah kampus, dan lain sebagainya. Inti kolam ini berisi tentang segala pengeluaran Anda selama kurun waktu tertentu.

Anda tidak boleh menyembunyikan pengeluaran apa pun yang Anda keluarkan dalam kurun waktu ini. Sehingga Anda tahu apa saja pengeluaran Anda. Baik pengeluaran yang bersifat rutinitas atau insidentil (mendadak).

Kolom Saldo

Terakhir adalah kolom saldo. Kolom saldo berisi histori perubahan angka pada saldo Anda. Saat Anda menerima uang, maka saldo akan bertambah. Begitu juga saat Anda mengeluarkan uang, maka saldo Anda akan berkurang. Saldo akhir menunjukkan jumlah uang Anda yang sesungguhnya. Bila Anda melakukan pencatatan semua pemasukan dan pengeluaran, maka saldo akhir akan sesuai dengan jumlah uang yang Anda pada dompet Anda. Tetapi bila Anda mengeluarkan anggaran yang tak tercatat, maka saldo akhirnya akan lebih besar dari jumlah uang yang Anda pegang.

Baca juga: Panduan Cara Membuat Buku Keuangan Pribadi Mudah dan Praktis

Manfaat Membuat Tabel Pemasukan dan Pengeluaran

Ada beberapa manfaat melakukan pencatatan atas transaksi Anda. Berikut penjelasannya:

Belajar Transparansi

Saat Anda melakukan pencatatan, baik pemasukan atau pengeluaran. Maka, Anda secara tidak langsung sudah melakukan transparansi. Anda belajar jujur pada diri Anda sendiri. sehingga tak akan ada pengeluaran yang tak tercatat. Sering sekali kita mengeluarkan uang tanpa kita sadari dan umumnya nilainya besar bila dijumlahkan dalam periode tertentu. Misalnya, membeli bakso, shopping dan jalan-jalan bareng teman.

Belajar Disiplin

Disiplin termasuk salah satu karakter positif yang perlu Anda tanamkan pada diri Anda sendiri. tak bisa tiba-tiba Anda mencapai disiplin tanpa latihan dari hari ke hari. Bila Anda punya kebiasaan (habit) disiplin, maka banyak hal yang bisa Anda selesaikan dalam waktu singkat. Salah satu disiplin yang bisa Anda latih adalah disiplin keuangan.

Banyak orang yang mampu menahan diri dari nafsu belanja saat tak ada uang atau saat punya uang dalam jumlah terbatas. Tapi tak banyak orang yang mampu melakukannya saat punya uang melimpah. Sehingga boleh dibilang, terlalu banyak uang itu bisa bikin Anda bodoh. Apa maksudnya? Saat Anda punya banyak uang, maka Anda kurang punya kontrol diri. Sehingga uang Anda mudah keluar pada sesuatu yang Anda tidak benar-benar membutuhkannya.

Belajar Menahan Diri Dari Nafsu Belanja

Manusia tak bisa lepas dari keinginan. keinginan yang selalu dituruti akan memperbudak Anda sehingga Anda akan dan selalu memenuhi nafsu belanja. Sebaliknya, Anda perlu menahan diri untuk memenuhi segala keinginan Anda. tanpa punya catatan, tentu Anda tak punya data. Tanpa punya data, Anda tak punya rem untuk mencegah Anda dari belanja sesuatu yang Anda tidak benar-benar membutuhkannya.

 

Contoh Laporan Keuangan Pribadi Excel

Kali ini penulis akan menyajikan laporang keuangan pribadi dalam bentuk Excel.

Contoh laporan keuangan pribadi mahasiswa
Contoh laporan keuangan pribadi mahasiswa

Melihat laporan ini sekilas saja, Anda bisa tahu bahwa pengeluaran yang terjadi normal saja. Sehingga tak ada pengeluaran yang perlu mendapatkan koreksi dan perbaikan.

Baca juga: Cara Mengatur Keuangan Pribadi Dengan Gaji Kecil

Penutup

Membuat laporan keuangan pribadi bagi mahasiswa memang tak mudah. Anda perlu kemauan ketas, komitmen tinggi dan kesadaran tinggi. Namun, Anda tak perlu kuatir, penulis sudah menyajikan  contoh laporan keuangan pribadi mahasiswa yang bisa Anda pelajari dan Anda duplikasi.

Previous Post
Next Post
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.