Ketika Anda ingin membangun karakter anak sejak dini dan mengembangkan potensi yang ada dalam dirinya, agar di masa mendatang menjadi individu yang sukses, ada beberapa tips pengembangan diri pada anak yang bisa dilakukan. Namun demikian, Anda perlu mengerti definisi dan tujuan sebenarnya dari ilmu pengembangan diri agar pemanfaatan dan penggunaan tekniknya tepat sasaran.

Tips Pengembangan Diri Pada Anak Sejak Usia Dini
Tips Pengembangan Diri Pada Anak Sejak Usia Dini

Definisi pengembangan diri

Pada dasarnya, ilmu pengembangan diri adalah kegiatan pendidikan yang dapat dilaksanakan oleh orangtua anak maupun siapapun yang memiliki keahlian diluar mata pelajaran sekolah sebagai upaya untuk mengembangkan potensi, bakat, minat, hingga mengenali karakter anak.

Manfaat pengembangan diri

Setiap anak bisa berkembang dan berekspresi tergantung dari lingkungan yang diberikan kepada anak yang bersangkutan. Ada banyak manfaat yang bisa dirasakan orangtua ketika pengembangan diri pada anak berhasil, seperti:

  • Meningkatkan kepedulian sosial dan memahami kehidupan keagamaan yang membantu membentuk karakter anak.
  • Mengenali bakat dan minat anak untuk membantu mengarahkannya untuk menekuni bidang yang disukai, seperti bidang musik, olahraga, atau akademis.
  • Mengenali cara anak untuk menyelesaikan masalah yang dihadapi dan membantunya untuk lebih mandiri dalam hidup.
  • Membantu meningkatkan wawasan dan perencanaan karir di masa depan.

Metode pelaksanaan pengembangan diri  

Umumnya tips pengembangan diri pada anak dapat dilakukan dengan beberapa metode berikut :

  • Mendaftarkan anak pada kegiatan rutin

Untuk metode ini, umumnya Anda bisa memasukkan sang buah hati ke sekolah tertentu setelah mempelajari kurikulumnya terlebih dahulu. Anda perlu mengetahui apa saja yang akan anak dapatkan setelah masuk ke sekolah tujuannya. Setelah sekolah, harapannya sang anak mampu melakukan kegiatan secara teratur, seperti menjaga kesehatan diri, mengerjakan tugas secara teratur untuk kestabilan nilai akademis, melatih norma kesopanan, dan memelihara kebersihan.

  • Mengajari kegiatan spontan

Kegiatan spontan umumnya mengarah pada pembelajaran Anda sebagai orangtua pada anak untuk melakukan kegiatan tertentu hanya di lokasi atau waktu tertentu. Misalnya saja, saat pulang ke rumah, sebelum masuk anak Anda harus mengucapkan salam, ketika berada di tempat umum untuk membeli sesuatu, anak juga dibiasakan untuk mengantri, dan kegiatan lainnya.

  • Mengajari anak kegiatan keteladanan

Ketika Anda ingin sang buah hati memiliki karakter yang baik, Anda perlu memberikan contoh yang lebih baik. Dengan begitu, perkembangan karakter yang dimiliki anak Anda bisa berkembang kearah yang positif. Sebagai contoh, Anda membiasakan anak untuk selalu berpakaian rapi saat keluar rumah, membersihkan tempat tidur segera setelah bangun tidur, mengembalikan barang atau mainan yang sudah selesai digunakan, datang tepat waktu ke acara tertentu, hingga berbahasa dengan baik ke teman seumuran atau ke orang yang lebih tua.

  • Mendaftarkan anak pada kegiatan terprogram

Metode lain yang bisa dilakukan untuk mengembangkan diri anak adalah mendaftarkannya pada kegiatan yang lebih terprogram, seperti outing class atau workshop. Agar tetap mendapat tambahan wawasan dan tidak membuat anak bosan, Anda bisa mempelajari terlebih dahulu tipe outing class atau peserta kegiatan yang akan diikuti anak Anda.

Tips pengembangan diri

Tips pengembangan diri pada anak yang dilakukan dengan metode diatas, tentunya perlu didukung dengan upaya orangtua untuk membantu anak mengenali diri sendiri. Hal tersebut bisa dilakukan dengan beberapa hal berikut:

  • Menjaga rasa kepercayaan diri pada anak

Tentu ada kalanya seorang anak akan merasa ragu-ragu atau takut dalam melakukan sesuatu. Disinilah peran Anda sebagai orangtua untuk menimbulkan rasa kepercayaan diri pada anak dengan selalu mendukung dan menyemangati apapun yang dilakukan. Terapkan prinsip tidak takut untuk gagal pada anak, karena kegagalan dan kekalahan akan membantu memperbaiki diri.

  • Membantu anak belajar dari pengalaman

Tidak semua pengalaman yang akan didapatkan seorang anak selalu baik. Dalam hal ini jangan menghakimi sang anak dan terapkan prinsip bahwa Anda pun masih belajar hingga saat ini sebagai orang tua. Hal ini akan membantu anak belajar dari pengalaman yang didapat dan tidak takut mencoba hal yang serupa di masa mendatang.

  • Membantu anak menghargai waktu

Anda perlu mengajarkan anak menghargai waktu secara tulus dan bijaksana. Hal ini karena waktu tidak akan bisa diputar kembali apapun yang terjadi, terlebih untuk memperbaiki hal yang salah di masa lalu. Ajarkan pada anak untuk selalu memberikan yang terbaik apapun hasil yang akan didapat, sehingga rasa penyesalan atau pikiran negatif yang mungkin muncul pada anak bisa diminimalisir dengan baik.

Previous Post
Next Post
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.